Benarkah?
Awalnya, aku nggak pernah menganggap hal itu suatu yang istimewa. Aku pun nggak pernah secara khusus membahasnya. Karena kupikir, tidak akan ada yang berubah.
Tapi akhirnya, kadang kadang aku pun turut kehilangan senyum tulus itu.
Berubah.
Mungkin bagiku, dan beberapa orang yang terbiasa melihat ketulusannya.
Tatapannya dingin dengan mata yang terkadang memerah.
Bahasa tubuhnya, yang bagiku terkadang menunjukan kesan arogan.
Dan sepertinya, aku melihat kabut dendam tipis di kepalanya.
Benarkah? Atau hanya perasaanku saja?
Memang tidak selalu, karena kadang pun tetap ada keramahan itu. Tapi di mataku, tidak sesempurna dulu.
Aku tidak menentang perubahan. Karena semua orang berhak berubah.
Hanya aku cukup kecewa pada perubahan yang dibawanya.
Ya....
Kuharap ini tidak berlangsung lama.
Tapi akhirnya, kadang kadang aku pun turut kehilangan senyum tulus itu.
Berubah.
Mungkin bagiku, dan beberapa orang yang terbiasa melihat ketulusannya.
Tatapannya dingin dengan mata yang terkadang memerah.
Bahasa tubuhnya, yang bagiku terkadang menunjukan kesan arogan.
Dan sepertinya, aku melihat kabut dendam tipis di kepalanya.
Benarkah? Atau hanya perasaanku saja?
Memang tidak selalu, karena kadang pun tetap ada keramahan itu. Tapi di mataku, tidak sesempurna dulu.
Aku tidak menentang perubahan. Karena semua orang berhak berubah.
Hanya aku cukup kecewa pada perubahan yang dibawanya.
Ya....
Kuharap ini tidak berlangsung lama.

Komentar
Posting Komentar