Surat untuk Kenangan
Dieng, 8 Mei 2010
Teman - teman,
Hujan, mungkin bisa menghapus beberapa jejak yang pernah kulalui, Tapi tak akan mengaburkan keinginanku untuk mengingat kalian.
Aku tidak sedang berlari melupakan, hanya sedang membiasakan diri untuk melanjutkan hidup dengan takdirku sendiri.
Tidak ada niat untuk menganggap hari itu tidak pernah ada, tapi aku harus menempatkannya sebagai sebuah kenangan.
Kuharap kali ini aku benar - benar di balik awan, agar bisa mengamati kalian hanya dengan perasaan.
Wisata kali ini, akan kuanggap sebagai usahaku untuk bisa berjalan menjauh dari harapan yang seharusnya sudah lama mati.
Bukannya ingin benar - benar mati, hanya berusaha terbiasa untuk berdiri dengan gagah, di atas tiang yang lain.
Teman - teman, tempat ini indah, tapi pasti akan jadi lebih indah kalau kalian ada di sini.
Teman - teman,
Hujan, mungkin bisa menghapus beberapa jejak yang pernah kulalui, Tapi tak akan mengaburkan keinginanku untuk mengingat kalian.
Aku tidak sedang berlari melupakan, hanya sedang membiasakan diri untuk melanjutkan hidup dengan takdirku sendiri.
Tidak ada niat untuk menganggap hari itu tidak pernah ada, tapi aku harus menempatkannya sebagai sebuah kenangan.
Kuharap kali ini aku benar - benar di balik awan, agar bisa mengamati kalian hanya dengan perasaan.
Wisata kali ini, akan kuanggap sebagai usahaku untuk bisa berjalan menjauh dari harapan yang seharusnya sudah lama mati.
Bukannya ingin benar - benar mati, hanya berusaha terbiasa untuk berdiri dengan gagah, di atas tiang yang lain.
Teman - teman, tempat ini indah, tapi pasti akan jadi lebih indah kalau kalian ada di sini.

memang sbuah hari yg sangat menakjubkan
BalasHapusLita, itu bkn pas perjalanan ke curug kmaren, loh.
BalasHapus