Invisible
Malam sebelum ujian, duduk bersebelahan dengan seorang teman kos. Makan bersama di sebuah warung sambil menceritakan hal-hal tidak terlihat yang katanya sempat menjamah kos-kosan kami. Mulai dari suara senandung di tengah malam, bayangan hitam yang lewat di depan kamar, teman kos lain yang bisa "melihat" yang tidak terlihat, sampai dengan TV kamar tetangga yang bisa nyala sendiri dalam kegelapan. Kemudian sampai pada perbincangan serius ini.
Dia : Emmm.... Kamu pernah ngerasa diikutin ngga, ne?
Aku : Diikutin?
Dia : Iya, diikutin pas pulang ke kosan, gitu.
Aku : Sama yang invisible?
Dia : Iya.
Aku : Ngga pernah, kenapa?
Dia : Kemarin aku diceritain Dian, kamu pernah pulang malem-malem, Dian sama anak-anak yang lain lagi pada kumpul di dapur.
Aku : Terus?
Dia : Kamu nyapa mereka, trus mereka juga balas nyapa kamu.
Aku : Heem (sambil ngunyah)
Dia : Terus mereka pada diem, karena mba Ade liat, kamu diikutin kuntilanak.
Aku : Kalau malem ini aku sulit tidur, kamu tanggung jawab ya, mba.

Komentar
Posting Komentar