 |
| Senja |
Masih teringat dengan jelas, ekspresi kedua orang tuaku tiga tahun lalu. Ketika aku dinyatakan lolos dan diterima. Luapan emosi yang baru pertama kali kulihat dalam hidupku. Karena anaknya yang tidak pintar ini memberi kejutan kecil. Melebihi ekspektasi.
Dan setelah saat itu terlewati bertahun-tahun, hati ini sudah mulai lengang. Niat yang perlahan luruh turut mencari arahnya sendiri. Sementara aku, masih berjalan dalam labirin dengan bermodal kompas.
Tapi jika seandainya diberi kesempatan, aku masih ingin, melihat ekspresi seperti itu lagi. Mungkin dua atau tiga kali lagi. Tugasku, hanya sedikit lebih tinggi, dari yang mereka pikirkan.
Komentar
Posting Komentar