"Dia Sayang Padaku?" -Wake Up, dear !-

Dia sayang padaku, kok.

Dia sudah ada di sampingku bertahun-tahun. Aku merasa semuanya baik-baik saja. Dia memberiku nafkah dengan rajin. Dia hanya marah jika suasana hatinya sedang buruk. Seperti ketika ada masalah pribadi atau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan seleranya. Baginya, semua orang di dunia ini harus memahami apa yang dia inginkan. Tapi aku tau, dia sayang padaku.

Dia jarang berbicara denganku, kecuali jika yang aku lakukan salah di matanya. Dari caranya memperlakukanku, aku tau, bahwa dia menganggap bahwa posisinya lebih tinggi dari pada aku. Pendapatku akan kutelan untuk diriku sendiri, dan dia memiliki kontrol yang baginya luar biasa dalam hidupku. Tapi aku rasa itu untuk kebaikanku. Dia sayang padaku.

Wajahnya sangat arogan, dia akan menggeram seperti serigala jika marah. Ia sering melecehkan pemberian orang lain padanya. Ia juga suka mengaturku, meskipun apa yang dia lakukan terkadang menelan ludahnya sendiri. Ia jarang memberi contoh baik, tapi banyak kebiasaan baik yang ia tuntut ada padaku. Tapi aku tau, dia sayang padaku.

Di depan orang lain, dia sangat manis. Dia akan tertawa lepas dan memberikan canda. Terkadang, dia mempermalukanku di depan orang lain jug. Dia suka menunjukkan, bahwa aku ada di bawah kuasanya, bahwa yang aku lakukan semua haruslah sesuai dengan apa yang dia inginkan. Dia akan mengejekku dengan kata yang kadang tidak pantas didengar oleh orang lain. Dia juga sering memasukkan asumsi-asumsi keliru tentang aku dalam rangka memamerkan keburukanku di sepan orang lain. Kadang dia sengaja melakukan itu untuk membuatku malu. Padahal, sih, orang lain malah akan menilainya buruk. Tapi tak apa, aku yang paling tau bahwa dia sayang padaku.

Kadang-kadang dia marah sampai memukuliku, meskipun buatku, masalah pemantiknya hanya hal kecil yang sepele. Memukuliku dengan tangan, tali pinggang, penggebuk kasur, atau benda lain yang ada di sekitarnya.  Ia juga pernah menjambak rambutku, dan mengacak-ngacaknya. Kata-kata kasar juga sering kudengar dari mulutnya, apalagi ketika menyalahkan aku. Kadang ia mengancamku dengan berbagai kalimat jahat. Tapi aku tau, di dalam lubuk hatinya, dia sayang padaku.

#Adakah logika yang bisa menjelaskan? Saya butuh keterangan yang masuk akal#

Komentar

Postingan Populer