Apapun pilihannya, bagaimanapun jalannya, tempat ini sudah membuatku merindu. Pada masa dimana aku pernah merasa berarti bagi abu yang telah pergi. Setelah bertahun-tahun terlewati, akhirnya aku kembali ke sini.
 |
| Kamera Gemini, di atas perahu berkapasitas 7 manusia. |
Melihat orang memejamkan mata. Tapi aku tidak mengikutinya. Jalannya memang berbeda, tapi aku (masih) yakin bahwa Tuhan itu adil.
 |
| Miring, beriak kecil yang membuatnya terombang-ambing. |
Sudah tidak akan bersisa, mungkin musnah. Yang jelas, dimusnahkan Tuhan.
 |
| Bagaimanapun ritualnya. |
Tidak ada maksud buruk. Semuanya hanya karena cara yang berbeda.
 |
| Kabur, tapi disana tertinggal banyak kelopak. |
Mereka, akankah larut saja? Tersampaikankah pesannya?
 |
| Bertahun tahun lalu, kegiatan kita ditempat ini berbeda. |
Tapi percayalah, aku masih punya ingatan tentangnya.
So sweeeet.. Kembali buat mengingat kenangan dan bersyukur buat orang-orang yang pernah ada dalam hidup kita =D
BalasHapus