Pesona Kartini
Kalau dihitung-hitung, 134 tahun yang lalu lebih satu hari, R.A Kartini lahir. Dan setelah bertahun-tahun dijadikan pahlawan nasional dan membuat istilah emansipasi wanita jadi populer, aku baru ingin tahu soal siapa dia. Mengingat cerita guru SD ku dulu, Kartini adalah sosok yang begitu kuat. Ia beruntung karena adalah putri bupati, sehingga bisa bersekolah lebih tinggi dari perempuan lain yang rakyat biasa. Lalu memperjuangkan pendidikan bagi anak perempuan. Tidak lupa soal riwayatnya yang berakhir di usia muda.
Menjelang Hari Kartini lalu, aku membaca sedikit artikel soal dia. Ada yang mempertanyakan mengapa dia jadi pahlawan nasional, ada juga yang mendukung dia sebagai perempuan yang hari lahirnya pantas diperingati. Berikut beberapa bacaan tersebut:
http://www.facebook.com/notes/khadija-soezmann/bongkar-fakta-mitos-ra-kartini-sebagai-pahlawan-emansipasi-wanita-indonesia/10150828828330078
http://zulfikarsayfmaula.blogspot.com/2012/06/kenapa-harus-kartini.html
http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/kartini-bukan-pahlawan-094306760.html
Terlepas dari pendapat mereka soal Kartini, aku sempat membaca salah satu versi kumpulan suratnya. Judulnya Habis Gelap Terbitlah Terang, penyusunnya Armijn Pane.
Setelah tamat buku itu, dengan keterbatasan pemahaman dalam membaca, buku itu malah membuatku heran, mengapa Kartini hari lahirnya harus diperingati. Terlepas dari cerita guru SD ku dulu soal kehebatan Kartini, aku malah mempersepsi buku itu sebagai kegamangan Kartini soal kehidupannya sendiri. Tidak diceritakan apakah ia berdiri lantang menentang karena telah dijajah. Pikirannya ia cantumkan di surat, lalu dikirimkannya pada orang-orang dekat. Jeritan hati seorang perempuan yang cukup haus dengan ilmu. Galau, mengapa perempuan tidak bisa mendapat kesempatan yang sama dengan laki-laki. Tidak menyukai imperialisme dan kenyataan bahwa perempuan tidak memiliki nilai tawar yang baik pada masa itu, serta beberapa keluhan lain. Sudah. Aku hanya bisa melihatnya sampai disitu.
Mungkin juga ini dipengaruhi anggapanku bahwa pahlawan adalah orang yang paling lantang, memberikan pengorbanan, dan terang-terangan melawan. Tidak ada maksud untuk menyalahkan Kartini, toh semasa hidup dia tidak pernah tahu akan jadi pahlawan nasional. Hanya mungkin, pesona Kartini yang hidup bertahun-tahun di hatiku, mulai memudar.
Menjelang Hari Kartini lalu, aku membaca sedikit artikel soal dia. Ada yang mempertanyakan mengapa dia jadi pahlawan nasional, ada juga yang mendukung dia sebagai perempuan yang hari lahirnya pantas diperingati. Berikut beberapa bacaan tersebut:
http://www.facebook.com/notes/khadija-soezmann/bongkar-fakta-mitos-ra-kartini-sebagai-pahlawan-emansipasi-wanita-indonesia/10150828828330078
http://zulfikarsayfmaula.blogspot.com/2012/06/kenapa-harus-kartini.html
http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/kartini-bukan-pahlawan-094306760.html
Terlepas dari pendapat mereka soal Kartini, aku sempat membaca salah satu versi kumpulan suratnya. Judulnya Habis Gelap Terbitlah Terang, penyusunnya Armijn Pane.
![]() |
| Berikut penampakannya |
Mungkin juga ini dipengaruhi anggapanku bahwa pahlawan adalah orang yang paling lantang, memberikan pengorbanan, dan terang-terangan melawan. Tidak ada maksud untuk menyalahkan Kartini, toh semasa hidup dia tidak pernah tahu akan jadi pahlawan nasional. Hanya mungkin, pesona Kartini yang hidup bertahun-tahun di hatiku, mulai memudar.


Komentar
Posting Komentar