Dompet Unyu

Sudah beberapa tahun belakangan aku memakai dompet berwarna merah hitam. Cukup kecil dan tipis untuk dimasukkan ke saku celana bagian belakang. Kebiasaan yang selalu diprotes ibuku. "Kamu kok kayak anak cowok? Bawa tas kecil, dong! Jangan taruh di kantong belakang," ujarnya berkali-kali. Aku? cuek saja.
Sampai beberapa hari yang lalu, adikku memberiku bungkusan berikut:
Siapa sih yang mbungkus?
Bungkusan besar itu terdiri dari banyak lapisan dan selotip. Setelah membukanya dengan penuh perjuangan, tampak sebuah dompet panjang coklat ini:
Cewek banget, ya?
"Kak, ini harus dipakai," perintah si pemberi. Aku? Lagi ketawa-ketawa sendiri. Kucoba memasukkan dompet itu ke saku celana, tapi yang masuk hanya setengah.
"Dek, nggak bisa dikantongin, dong?" 
"Nggak tau, pokoknya dipakai," wajahnya serius.
Dengan masih ketawa-ketawa sendiri, kupindahkan isi dompet kecil ke dompet besar. Selamat tinggal kebiasaan nyelipin dompet di saku celana. Sepertinya, adikku ini ingin punya kakak yang benar-benar perempuan.

Komentar

Postingan Populer